Mengenal Tauhid

(Mengenal Tauhid : bag.2)
Tauhid Uluhiyah

Jenis Tauhid kedua adalah tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah sendiri mengandung arti mengesakan Allah dengan semua peribadatan yang disyariatkan. Segala peribadatan tersebut tidaklah boleh dipalingkan kepada siapapun, apakah nabi yang diutus atau malaikat yang mempunyai kedudukan dekat disisi Allah, terlebih lagi kepada yang lain.

Contoh dari ibadah antara lain thowaf, sholat, haji, puasa, nadzar, i’tikaf, menyembelih, sujud, ruku’, khauf (rasa takut), raja` (rasa harap), senang, takut, khusu’, istighosah (memohon pertolongan dikala kesempitan) atau jenis ibadah yang lainnya yang telah Allah syariatkan didalam Al-Qur’an dan telah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam syariatkan dalam sunnahnya yang shohih, baik perbuatan maupun ucapan.

Barang siapa memalingkan satu bentuk ibadah kepada selain Allah maka dia telah musyrik berdasarkan firman Allah

“Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain disamping Allah padahal tidak ada satu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak beruntung”
(QS. Al-Mu’minun :117)

Ibadah apabila didefinisikan secara bahasa maka ia bermakna merendahkan diri dan tunduk. Seperti ungkapan di dalam bahasa Arab “thoriq mu’abad” yaitu jalan yang sudah permanen (sudah diratakan dll).

Secara syar’i makna ibadah adalah sebagaimana perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yaitu:

  • Ketaatan kepada Allah dengan menjalankan apa yang diperintahkan Allah melalui lisan rosul-Nya.
  • Beliau juga berkata ibadah adalah kata yang mencakup semua jenis perkataan dan perbuatan, baik yang lahir maupun bathin, yang dicintai dan diridloi Allah.

Ada beragam ibadah yang disyariatkan oleh Islam diantaranya :

  • Ruku’ dan sujud. Firman Allah :

    “Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”
    (QS Al-Hajj : 77)

  • Sholat dan menyembelih. Firman Allah Surat :

    “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ” (QS Al-An’am : 162-163)

  • Nazar dan thowaf. Firman Allah :

    Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah) ”
    (QS Al-Hajj : 29)

  • Sumpah Sabda Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shohih:

    “Barang siapa bersumpah dengan selain Allah maka sungguh dia telah musyrik” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad

  • Isti’anah (minta pertolongan) Firman Allah :

    “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah
    kami mohon pertolongan” (QS Al-Fatihah : 5)

Sabda Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila engkau meminta maka memintalah kepada Allah dan apabila engkau beristi’anah (minta pertolongan) maka mintalah kepada Allah.”

bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s