<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>darulmuhibbin</title>
	<atom:link href="http://ajagus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajagus.wordpress.com</link>
	<description>Smoga tegar di jalan Sallaful Ummah...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jun 2011 07:30:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ajagus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>darulmuhibbin</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ajagus.wordpress.com/osd.xml" title="darulmuhibbin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ajagus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Awas Syirik!!! (1)</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2009/05/11/awas-syirik-1/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2009/05/11/awas-syirik-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 16:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajagus.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Kategori: Mengenal Tauhid [Aqidah] Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabat dan seluruh pengikut mereka yang setia. Amma ba’du, sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah. Sebaik-baik jalan adalah jalan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek urusan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah pasti sesat. Para pembaca yang budiman, Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=78&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="PostHead">Kategori: <a title="View all posts in Aqidah" rel="category tag" href="http://muslim.or.id/category/aqidah">Mengenal Tauhid [Aqidah]</a></div>
<p>Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabat dan seluruh pengikut mereka yang setia. <em>Amma ba’du</em>, sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah. Sebaik-baik jalan adalah jalan Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sejelek-jelek urusan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah pasti sesat.</p>
<p>Para pembaca yang budiman, Allah ta’ala berfirman di dalam kitabnya yang mulia,</p>
<p>إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.”</em> (QS. An Nisaa’: 116)</p>
<p><strong>Pengertian dan Ruang lingkup Syirik</strong></p>
<p>Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala saja. Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama,<br />
<span id="more-78"></span><br />
Pertama; <strong>hak rububiyah</strong>, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan do’a dan &lt;!&#8211;more&#8211;lain-lain. Kedua; <strong>hak uluhiyah</strong>, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Ketiga, hak kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat, seperti menyandang nama <em>Allah</em>, <em>Ar Rabb</em> dan <em>Ar Rahman</em>, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. Jadi kesyirikan itu bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.</p>
<p>Syaikh Al Albani <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Barang siapa yang bisa membersihkan diri dari ketiga macam syirik ini dalam penghambaaan dan tauhidnya kepada Allah, dia mengesakan Zat-Nya, beribadah hanya kepada-Nya dan mengesakan sifat-sifatNya, maka dialah muwahhid sejati. Dialah pemilik berbagai keutamaan khusus yang dimiliki oleh kaum yang bertauhid. Dan barangsiapa yang kehilangan salah satu bagian darinya maka kepadanyalah tertuju ancaman yang terdapat dalam firman Allah ta’ala, semacam, “Sungguh jika kamu berbuat syirik niscaya akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar termasuk orang yang merugi”. Camkanlah perkara ini, sebab inilah perkara terpenting dalam masalah akidah…”</em> (<em>Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Syarh wa Ta’liq</em>, hal. 17-18) Adapun yang sering disebut dengan syirik saja oleh para ulama maka yang dimaksud adalah syirik dalam hal uluhiyah/ibadah, dan inilah yang akan kita bicarakan sekarang. Yaitu syirik dalam hal ibadah.</p>
<p><strong>Dahsyatnya Bahaya Kesyirikan</strong></p>
<p>Berikut ini beberapa dalil dari Al Quran maupun As Sunnah yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama. Dalil-dalil itu akan menggambarkan kepada kita sebuah gambaran mengerikan dan sangat menakutkan tentang dahsyatnya bahaya kesyirikan. Semoga Allah menyelamatkan diri kita darinya.</p>
<p>Pertama, Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehndaki oleh-Nya.”</em> (QS. An Nisaa’: 48 dan 116)</p>
<p>Kedua, Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang berbuat syirik. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ</p>
<p><em>“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.”</em> (QS. Al Maa’idah: 72)</p>
<p>Ketiga, seorang musyrik akan kekal berada di dalam siksa neraka. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan.”</em> (QS. Al Bayyinah: 6)</p>
<p>Keempat, dosa kesyirikan akan menghapuskan semua pahala amal shalih, betapapun banyak amal tersebut. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p><em>“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Jika kamu berbuat syirik maka pastilah seluruh amalmu akan lenyap terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.”</em> (QS. Az Zumar: 65)</p>
<p>Kelima, syirik adalah kezhaliman yang paling zalim. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p><em>“Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang sangat besar.”</em> (QS. Luqman: 13)</p>
<p>Allah ta’ala juga berfirman,</p>
<p>لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ</p>
<p><em>“Sungguh Kami telah mengutus para utusan Kami dengan keterangan-keterangan, dan Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia menegakkan keadilan.”</em> (QS. Al Hadiid: 25)</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> mengatakan, <em>“Allah memberitakan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitabNya agar manusia menegakkan yaitu keadilan. Salah satu di antara keadilan yang paling agung adalah tauhid. Ia adalah pokok terbesar dan pilar penegak keadilan. Sedangkan syirik adalah kezaliman yang sangat besar. Sehingga syirik merupakan kezaliman yang paling zalim, sedangkan tauhid merupakan keadilan yang paling adil…”</em> (<em>Ad Daa’ wad Dawaa’</em>, hal. 145)</p>
<p>Keenam, syirik merupakan dosa terbesar. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bertanya kepada para sahabatnya yang artinya, <em>“Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa yang paling besar?” (beliau ulangi pertanyaan itu tiga kali) Maka para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Berbuat syirik terhadap Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Ketujuh, orang yang berbuat syirik sehingga murtad maka menurut ketetapan syariat Islam dia berhak dihukum bunuh. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim kecuali dengan satu di antara tiga penyebab: seorang yang sudah menikah tapi berzina, seorang muslim yang membunuh saudaranya (seagama) atau orang yang meninggalkan agamanya sengaja memisahkan diri dari jama’ah (murtad dari Islam).”</em> (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda, <em>“Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.”</em> (HR. Ahmad dan Bukhari)</p>
<p>Kedelapan, amal yang tercampur dengan syirik akan sia-sia dan sirna sebagaimana debu-debu yang beterbangan disapu oleh angin. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً</p>
<p><em>“Dan Kami akan hadapi semua amal yang pernah mereka amalkan (sewaktu di dunia) kemudian Kami jadikan amal-amal itu sia-sia seperti debu-debu yang beterbangan.”</em> (QS. Al Furqan: 23)</p>
<p>Kesembilan, orang yang berbuat syirik dalam beramal maka dia akan ditelantarkan oleh Allah. Allah ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi yang artinya, <em>“Aku adalah Zat yang Maha Kaya dan paling tidak membutuhkan sekutu, oleh sebab itu barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang dia mempersekutukan sesuatu dengan-Ku di dalam amalnya itu maka pasti Aku akan telantarkan dia bersama kesyirikannya itu.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Kesepuluh, bahaya syirik lebih dikhawatirkan oleh Nabi daripada bahaya Dajjal. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang paling aku khawatirkan mengancam kalian dalam pandanganku dan lebih menakutkan daripada Al Masih Ad Dajjal?” Maka para sahabat menjawab, “Mau (ya Rasulullah).” Beliau pun bersabda, “Yaitu syirik yang samar. Apabila seseorang mendirikan shalat sambil membagus-baguskan shalatnya karena dia melihat ada orang lain yang memperhatikan shalatnya.”</em> (HR. Ahmad)</p>
<p>Kesebelas, syirik kecil adalah dosa yang sangat dikhawatirkan terjadi pada generasi terbaik yaitu para sahabat <em>radhiallahu ‘anhum</em>. Beliau<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda yang artinya,<em> “Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Maka beliau pun ditanya tentangnya. Sehingga beliau menjawab, “Yaitu riya’/ingin dilihat dan dipuji orang.”</em> (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani dalam <em>Ash Shahihah</em> no. 951 dan <em>Shahihul Jami’</em> no. 1551)</p>
<p>Kedua belas, Syirik adalah bahaya yang sangat dikhawatirkan oleh bapak para Nabi yaitu Ibrahim <em>‘alaihis salam</em> akan menimpa pada dirinya dan pada anak keturunannya. Allah ta’ala mengisahkan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim di dalam ayat-Nya,</p>
<p>رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ</p>
<p><em>“Dan jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari penyembahan kepada arca-arca.”</em> (QS. Ibrahim: 35)</p>
<p>Ibrahim At Taimi mengatakan, <em>“Lalu siapakah orang selain Ibrahim yang bisa merasa aman dari ancaman bencana (syirik)?!” Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Maka tidak ada lagi yang merasa aman dari terjatuh dalam kesyirikan kecuali orang yang bodoh tentangnya dan juga tidak memahami sebab-sebab yang bisa menyelamatkan diri darinya; yaitu ilmu tentang Allah, ilmu tentang ajaran Rasul-Nya yaitu mentauhidkan-Nya serta larangan dari perbuatan syirik terhadapnya.”</em> (<em>Fathul Majid</em>, hal. 72).</p>
<p>Ketiga belas, orang yang mati dalam keadaan masih <a title="Awas syirik!!!" href="http://muslim.or.id/aqidah/awas-syirik-1.html">musyrik</a> maka pasti masuk neraka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Barang siapa yang menjumpai Allah (mati) dalam keadaan mempersekutukan sesuatu dengan-Nya maka pasti masuk neraka.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Keempat belas, orang yang berbuat syirik maka amalnya tidak akan diterima. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً</p>
<p><em>“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan apapun dengan Allah dalam beribadah kepada tuhannya itu.”</em> (QS. Al Kahfi: 110)</p>
<p>Imam Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em> berkata sembari menukilkan ayat, <em>“[Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya] artinya barangsiapa yang menginginkan pahala dan balasan kebaikan dari-Nya, [maka hendaklah dia beramal shalih], yaitu amal yang sesuai dengan syariat Allah. [dan dia tidak mempersekutukan apapun dalam beribadah kepada kepada Tuhannya] Artinya dia adalah orang yang hanya mengharapkan wajah Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Inilah dua buah rukun diterimanya amalan. Suatu amal itu harus ikhlas untuk Allah dan benar yaitu berada di atas tuntunan syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”</em> (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 5/154). Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda yang artinya, <em>“Barang siapa yang mendatangi paranormal kemudian menanyakan sesuatu kepadanya maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam.”</em> (HR. Muslim dan Ahmad)</p>
<p>Kelima belas, seorang mujahid, da’i atau ahli baca Quran serta dermawan yang terjangkiti kesyirikan maka akan diadili pertama kali pada hari kiamat dan kemudian dibongkar kedustaannya lalu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan wajahnya tertelungkup dan diseret oleh Malaikat.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Sesungguhnya orang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian ditampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Quran. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran karena-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Quran supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Keenam belas, orang yang berbuat syirik akan merasa kecanduan dengan sesembahannya dan ditelantarkan oleh Allah. Abdullah bin ‘Ukaim meriwayatkan secara marfu’ (sampai kepada Nabi) bahwasanya beliau bersabda, <em>“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (jimat dan semacamnya, red) maka dia akan dibuat bersandar dan tergantung kepadanya.”</em> (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dinilai hasan Al Arna’uth dalam <em>Takhrij Jami’ul Ushul</em> 7/575)</p>
<p>Ketujuh belas, orang yang menyembah selain Allah adalah orang paling sesat sejagad raya. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَومِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَن دُعَائِهِمْ غَافِلُ وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاء وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ</p>
<p><em>“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, sesuatu yang jelas-jelas tidak dapat mengabulkan doa hingga hari kiamat, dan sesembahan itu juga lalai dari doa yang mereka panjatkan. Dan apabila umat manusia nanti dikumupulkan (pada hari kiamat) maka sesembahan-sesembahan itu justru akan menjadi musuh serta mengingkari peribadatan yang dilakukan oleh para pemujanya.”</em> (QS. Al Ahqaf: 5-6)</p>
<p>Kedelapan belas, orang yang berbuat syirik adalah sosok-sosok manusia yang sangat dungu lagi tidak mau mengambil pelajaran. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِن بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ</p>
<p><em>“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka; Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah”, Katakanlah, “Segala puji bagi Allah.” tetapi kebanyakan mereka tidak memahaminya.”</em> (QS. Al ‘Ankabut: 63)</p>
<p>Allah juga berfirman,</p>
<p>أَيُشْرِكُونَ مَا لاَ يَخْلُقُ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلاَ يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْراً وَلاَ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ</p>
<p><em>“Apakah mereka itu mau mempersekutukan (dengan Allah) sesuatu yang tidak bisa menciptakan apa-apa dan mereka sendiri pun sebenarnya diciptakan, mereka juga tidak sanggup memberikan sedikitpun pertolongan dan tidak bisa pula menolong diri mereka sendiri.”</em> (QS. Al A’raaf: 191-192)</p>
<p>Allah jalla wa ‘ala juga berfirman,</p>
<p>وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ</p>
<p><em>“Dan sesembahan-sesembahan selain-Nya yang kalian seru itu tidak bisa menguasai setipis kulit ari sekalipun. Jika kalian menyeru mereka (berhala), maka mereka itu tidak bisa mendengar doa kalian. Dan seandainya mereka itu bisa mendengar maka mereka juga tidak akan bisa mengabulkan permintaan kalian, dan pada hari kiamat nanti mereka akan mengingkari perbuatan syirik kalian, dan tiada yang bisa menyampaikan kepadamu tentang hakikat segala hal sebagaimana (Allah) Zat yang maha mengetahui.”</em> (QS Faathir: 13-14)</p>
<p>Kesembilan belas, orang yang berbuat syirik adalah orang yang berkepribadian rendah dan tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, <em>“Thiyarah (menganggap sial karena melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu) adalah syirik. Thiyarah adalah syirik…”</em> (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih, lihat <em>Al Jadid</em>, hal. 259)</p>
<p>Kedua puluh, amalan orang yang berbuat syirik atau mengangkat thaghut (sesuatu yang disembah, ditaati atau diikuti sehingga menjadi sosok tandingan bagi Allah) akan berubah menjadi penyesalan abadi di akhirat kelak. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُواْ مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الأَسْبَابُ وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُواْ مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ</p>
<p><em>“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan ketika segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti; “Seandainya kami dapat kembali ke dunia, pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluardari api neraka.”</em> (QS. Al Baqarah: 166-167)</p>
<p>Kedua puluh satu, orang yang berbuat syirik sehingga mencintai sesembahan atau pujaannya sebagai sekutu dalam hal cinta ibadah maka dia tidak akan bisa merasakan manisnya iman. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Ada tiga ciri, barang siapa yang memilikinya maka dia akan bisa merasakan manisnya iman: (1) Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada segala sesuatu selain keduanya. (2) Apabila dia bisa mencintai seseorang hanya karena Allah saja. (3) Apabila dia merasa begitu benci untuk kembali dalam kekafiran setelah Allah selamatkan dirinya darinya sebagaimana orang yang tidak mau dilemparkan ke dalam kobaran api.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Kedua puluh dua, orang yang berbuat syirik maka tidak akan diberikan kecukupan oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً</p>
<p><em>“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah (bertauhid dan tidak menyandarkan hatinya kepada selain Allah) maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyelesaikan urusannya, dan Allah telah menentukan takdir dan ketentuan waktu bagi segala sesuatu.”</em> (QS. Ath Thalaq: 3)</p>
<p>Kedua puluh tiga, celakalah budak harta benda dan pemuja mode busana. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya, <em>“Binasalah hamba dinar, hamba dirham, hamba Khamishah, hamba Khamilah. Jika dia diberi maka dia senang tapi kalau tidak diberi maka dia murka. Binasalah dan rugilah dia…”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Khamishah adalah kain dari bahan sutera atau wol yang bercorak, sedangkan Khamilah adalah kain beludru (lihat <em>Al Jadid</em>, hal. 330 dan <em>Fathul Majid</em>, hal. 365).</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Qar’awi mengatakan, <em>“Hadits itu menunjukkan bahwasanya barang siapa yang menjadikan (kesenangan) dunia sebagai tujuan akhir kehidupan serta puncak cita-citanya maka sesungguhnya dia telah menyembahnya dan mengangkatnya sebagai sekutu selain Allah.”</em> (<em>Al Jadid</em>, hal. 332).</p>
<p>Kedua puluh empat, orang yang berbuat syirik pasti akan tertimpa bencana atau siksa yang sangat pedih dan menyakitkan. Allah ta’ala berfirman,</p>
<p>فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ</p>
<p><em>“Maka hendaklah merasa takut orang-orang yang menyelisihi urusan Rasul kalau-kalau mereka itu akan tertimpa fitnah (bala/bencana) atau siksa yang sangat pedih.”</em> (QS. An Nuur: 63)</p>
<p>-bersambung, insya Allah-</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi<br />
Artikel  <a title="Awas syirik!!!" href="http://muslim.or.id/aqidah/awas-syirik-1.html">Dari : //www.muslim.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=78&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2009/05/11/awas-syirik-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambillah Aqidahmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (5): Macam-Macam Syirik Akbar (A)</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2008/11/14/ambillah-aqidahmu-dari-al-qur%e2%80%99an-dan-as-sunnah-5-macam-macam-syirik-akbar-a/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2008/11/14/ambillah-aqidahmu-dari-al-qur%e2%80%99an-dan-as-sunnah-5-macam-macam-syirik-akbar-a/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 09:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajagus.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zain Copyrigh by: Muslimah.or.id Soal 1: Bolehkah kita ber-istighatsah (meminta keselamatan dari kesulitan dan kebinasaan) kepada orang mati atau ghaib? Jawab 1: Tidak boleh, sebagaimana firman ‘Azza wa Jalla: وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ لاَ يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ . أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاء وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ Artinya: “Dan berhala-berhala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=53&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zain</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Copyrigh by: Muslimah.or.id</span><br />
<span style="color:#3366ff;"><strong>Soal 1:</strong><br />
Bolehkah kita ber-istighatsah (meminta keselamatan dari kesulitan dan kebinasaan) kepada orang mati atau ghaib?</span></p>
<p>Jawab 1:</p>
<p>Tidak boleh, sebagaimana firman ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ لاَ يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ . أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاء وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ</p>
<p>Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun. Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu adalah benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Terj. An-Nahl: 20-21)</p>
<p>Dan firman Allah:</p>
<p>إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ </p>
<p>Artinya: “Ingatlah ketika kamu mohon pertolongan kepada Rabb-mu, maka Dia mengabulkan permintaanmu.” (Terj. Al-Anfaal: 9)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث .حديث حسن رواه الترمذي</p>
<p>Artinya: “Wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku ber-istighatsah (meminta pertolongan).” (Hadits riwayat Tirmidzi)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 2:<br />
Bolehkah kita melakukan isti’anah (minta perotolongan) kepada selain Allah?</span></strong></p>
<p>Jawab 2:</p>
<p>Tidak boleh, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ لاَ يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ . أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاء وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ</p>
<p>Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun. Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu adalah benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Terj. An-Nahl: 20-21)</p>
<p>Dan firman Allah:</p>
<p>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</p>
<p>Artinya: “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (Terj. Al-Fatihah: 5)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>إذا سألت فسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله.حديث صحيح رواه الترمذي</p>
<p>Artinya: “Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (Hadits riwayat Tirmidzi: hasan shohih)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 3:<br />
Bolehkah kita minta pertolongan kepada orang hidup?</span></strong></p>
<p>Jawab 3:</p>
<p>Boleh, selama dalam batas kemampuannya, sesuai dengan firman Allah:</p>
<p>وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</p>
<p>Artinya: “Tolong-menolonglah dalam berbuat baik dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Terj. Al-Maidah: 2)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.حديث صحيح رواه مسلم</p>
<p>Artinya: “Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits shohih riwayat Muslim)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 4:<br />
Bolehkah kita bernadzar untuk selain Allah?</span></strong></p>
<p>Jawab 4:</p>
<p>Tidak boleh, dalilnya firman Allah:</p>
<p>إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً</p>
<p>Artinya: “Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku manadzarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam perutkku menjadi penjaga Baitil Maqdis.” (Terj. Ali Imran: 35)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>من نذرا عن يطيع الله فليطعه، ومن نذر أن يعصيه فلا يعصه .حديث صحيح رزاه البخاري</p>
<p>Artinya: “Barangsiapa yang bernadzar kepada Allah untuk mentaati-Nya, maka taatilah dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya, maka janganlah bermaksiat kepada-Nya.” (Hadits shohih riwayat Bukhari)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 5:<br />
Bolehkah kita menyembelih kurban untuk selain Allah?</span></strong></p>
<p>Jawab 5:</p>
<p>Tidak boleh, dalilnya firman Allah:</p>
<p>فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</p>
<p>Artinya: “Maka shalatlah karena Rabb-mu dan berkurbanlah.” (Terj. Al-Kautsar: 2)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>لعن الله من ذبح لغير الله.رواه مسلم</p>
<p>Artinya: “Allah melaknat orang yang menyembelih kurban untuk selain Allah.” (Hadits riwayat Muslim)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 6:<br />
Bolehkah kita melakukan thawaf di kuburan?</span></strong></p>
<p>Jawab 6:</p>
<p>Tidak boleh kita thawaf kecuali di Ka’bah, dalilnya firman Allah:</p>
<p>وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ </p>
<p>Artinya: “Dan berthawaflah di rumah yang kuno (Ka’bah) ini.” (Terj. Al-Hajj: 29)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>من طاف بالبيت سبعا و صلى ركعتين، كان كعتق رقبلة .حديث صحيح رواه إبن ماجه</p>
<p>Artinya: “Barangsiapa yang thawaf di Ka’bah tujuh kali dan shalat dua raka’at, adalah pahalanya seperti memerdekakan seorang budak.” (Hadits riwayat Ibnu Majah: shohih)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 7:<br />
Apa hukum sihir?</span></strong></p>
<p>Jawab 7:</p>
<p>Sihir termasuk kufur (perbuatan kekafiran), dalilnya firman Allah:</p>
<p>وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ</p>
<p>Artinya: “Akan tetapi syetan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Terj. Al-Baqoroh: 102)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>اجتنبوا السبع المبيقات الشرك بالله و السحر…. .حديث صحيح رزاه مسلم</p>
<p>Artinya: “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan (yaitu) syirik kepada Allah, sihir, …..” (Hadits shohih riwayat Muslim)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 8:<br />
Bolehkah kita membenarkan (mempercayai) para peramal (apranormal) dan dukun tentang ilmu ghaib?</span></strong></p>
<p>Jawab 8:</p>
<p>قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ</p>
<p>Artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan yang di bumi yang mengetahui tentang yang ghaib itu kecuali Allah.” (Terj. An-Naml: 65)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>من أتى عرافا، أو كاهنا، فصدقه بما يقول، فقد كفر بما أنزل على محمد .حديث صحيح رواه أحمد</p>
<p>Artinya: “Barangsiapa yang mendatangi para peramal dan dukun, kemudian dia membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Hadits riwayat Ahmad: shohih)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 9:<br />
Adakah yang dapat mengetahui perkara ghaib?</span></strong></p>
<p>Jawab 9:</p>
<p>Tidak ada satupun yang mengetahui tentang yang ghaib kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah dari rasul-rasul-Nya. Allah berfirman:</p>
<p>عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدا</p>
<p>Artinya: “Dialah yang mengetahui yang ghaib dan tidak seorangpun yang diberitahu tentang keghaiban itu kecuali orang yang dikehendaki-Nya daripara Rasul.” (Terj. Jin: 26-27)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>لا يعلم الغيب إلا الله .حديث حصن رواه الطبراني</p>
<p>Artinya: “Tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (Hadits riwayat Thabrani: hasan)</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Soal 10:<br />
Bolehkah kita memakai benang dan kalung untuk mengobati penyakit (tolak bala)?</span></strong></p>
<p>Jawab 10:</p>
<p>Tidak boleh, dalilnya firman Allah:</p>
<p>وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ</p>
<p>Artinya: “Jika Allah menimpakan kepadamu musibah, maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Dia.” (Terj. Al-An’am: 17)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>أما إنها لا تزيدك إلا وهنا، إنبذها عتك، فإنك لو مت ما أفلحت أبدا .حديث صحيح رواه الحاكم و صحيحه و وافقه الذهبي</p>
<p>Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya semua itu hanya akan menambah kelemahan daja, buanglah ia karena sesungguhnya jika kamu mati sedang kamu masih memakainya, maka kamu akan merugi selamanya.” (Hadits riwayat Hakim: shohih)</p>
<p>-bersambung insya Allah-</p>
<p>***</p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Artikel www.muslimah.or.id</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=53&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2008/11/14/ambillah-aqidahmu-dari-al-qur%e2%80%99an-dan-as-sunnah-5-macam-macam-syirik-akbar-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijab &#8211; Tolok ukur menilai kepribadian muslimah</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/23/hijab-tolok-ukur-menilai-kepribadian-muslimah/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/23/hijab-tolok-ukur-menilai-kepribadian-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 23:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajagus.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[  Hijab &#8211; Tolok ukur menilai kepribadian muslimah     Ahad, 11 Januari 2004 &#8211; 08:20:38 :: kategori Kewanitaan Penulis: Kitab Al Hijab (Departemen Agama Saudi Arabia)   ::Keutamaan Hijab:: ::Hijab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul:: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=20&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/05/sunset.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-21" src="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/05/sunset.gif?w=480&#038;h=108" alt="" width="480" height="108" /></a> </p>
<p lang="ig-NG" align="center"><span style="color:#ffccff;"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:large;"><strong>Hijab &#8211; Tolok ukur menilai kepribadian muslimah</strong></span></span></span></p>
<p lang="ig-NG"> </p>
<p lang="ig-NG"> </p>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Ahad, 11 Januari 2004 &#8211; 08:20:38 :: kategori </span></span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Kewanitaan</span></span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></span></span></p>
<p lang="ig-NG"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Penulis: Kitab Al Hijab (Departemen Agama Saudi Arabia)</span></span></span></p>
<p lang="ig-NG" align="right"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#99cc00;"><span style="color:#99cc00;"><strong><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">::</span><span style="text-decoration:underline;">Keutamaan Hijab</span><span style="font-size:x-small;">::</span></span></span></strong></span></span><strong></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="color:#99cc00;"><br />
</span><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul::</span></strong></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">وَمَا كَانَ لمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إذاَ قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أمْرًا أنْ يَكُونَ لهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“<span style="text-decoration:underline;">Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata</span>.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)<br />
</span></span><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا</span></span> </span><span lang="ig-NG"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<span style="color:#0000ff;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)<br />
</span></span></span></span><span lang="ig-NG"><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;">وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu <span style="text-decoration:underline;">dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah</span>.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)<br />
</span></span><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)<br />
</span></span><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">يَا أيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: <span style="text-decoration:underline;">“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”</span> (Q.S. Al-Ahzab: 59)<br />
</span></span><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><strong><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu ‘iffah (kemuliaan)::</span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat).<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"> </p>
<p></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">ياَ أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أدْنَى أنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><br />
<span style="color:#0000ff;">“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)<br />
</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” <span style="text-decoration:underline;">sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka</span>.</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu kesucian::</span></strong><span style="color:#0000ff;"><br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya,</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu pelindung::</span></strong><span style="color:#0000ff;"><br />
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:</span></span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
(</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">إنَّ اللهَ حَيِيٌّ سَتِيرٌ يُحِبُّ الحَيَاءَ وَالسِّتْرَ</span></span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">)</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“<span style="text-decoration:underline;">Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan</span>”<br />
Sabda beliau yang lain:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="font-size:medium;">(( </span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَابَهَا في غَيْرِ بَيْتِهَا خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ</span></span></span></p>
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">))<span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span><span style="color:#0000ff;"><br />
“<span style="text-decoration:underline;">Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya</span>.”</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu taqwa::</span></strong><span style="color:#0000ff;"><br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</span></p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">ياَ بَنِي آدَمَ قَدْ أنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ</span> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu iman::</span></strong></span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"></p>
<div><span style="color:#0000ff;"><br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman: “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31). Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)<br />
<span style="text-decoration:underline;">Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, <strong><em><span style="font-size:x-small;">dan jika kalian bukan wanita beriman</span></em></strong>, maka silahkan nikmati pakaian itu</span>.”</span></div>
<div><span style="color:#0000ff;"> </span></div>
<p></span><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="ig-NG"> </p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu haya’ (rasa malu)::<br />
</span></strong><span style="color:#0000ff;">Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="font-size:medium;">((</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاءُ</span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">))</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan <span style="text-decoration:underline;">akhlak Islam itu adalah rasa malu</span>.”</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Sabda beliau yang lain:<br />
“<span style="text-decoration:underline;">Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga</span>.”<br />
Sabda Rasul yang lain:</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="font-size:medium;">((</span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَرُ</span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">))</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><br />
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff9900;">::Hijab itu ghirah (perasaan cemburu)::</span></strong></span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"></p>
<div><span style="color:#0000ff;"><br />
Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib Radiyallahu &#8216;anhu berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? <span style="text-decoration:underline;">Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu</span>.”</span></div>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>Beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi:</strong><br />
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling rajih / terang<br />
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.<br />
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.<br />
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.<br />
5. Tidak memakai wangi-wangian.<br />
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.<br />
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.<br />
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.</span></div>
<p></span><span style="color:#0000ff;">Jangan berhias terlalu berlebihan</p>
<p>Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.</p>
<p>Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor</p>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Kami dengar dan kami taat</span></span></span></div>
<p></span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan. Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan <span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">kepada rasul-Nya:</span></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرْيقٌ مِنْهُمْ مِنْ</span> <span style="font-size:medium;">بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالمُؤْمِنِينَ </span></span></span></span><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span lang="ig-NG"><span style="font-size:medium;">(</span></span><span style="font-size:medium;"> </span><span lang="ig-NG">47 <span style="font-size:medium;">) </span></span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">وَإذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ </span></span></span></span></p>
<div style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span lang="ig-NG"><span style="font-size:medium;">(</span></span><span style="font-size:medium;"> </span></span></span></div>
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG">48<span style="font-size:medium;">)</span> “Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (Q.S. An-Nur: 47-48)</span></div>
<p> </p>
<div><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"></p>
<div><span lang="ig-NG">Firman Allah yang lain:</span></div>
<p></span></span></div>
<p><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span lang="ig-NG"> </p>
<p></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">إنَّمَا كاَنَ قَوْلَ المُؤْمِنِينَ إذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ </span></span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">(51) </span></span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الفَائِزُونَ </span></span></span></span></p>
<div style="margin-bottom:0;"><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">(52)</span> “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (Q.S. An-Nur: 51-52)</span></span></span></div>
<div><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. <span style="text-decoration:underline;">Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalamdengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.</span>”</span></span></span></div>
<p><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">(Dinukil dari kitab : <span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">الحجاب</span> </span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">Al Hijab. Penebit: Darul Qosim<span style="font-size:medium;"> </span></span></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">دار القاسم للنشر والتوزيع</span> </span></span></span><span lang="ig-NG"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="color:#0000ff;">P.O. Box 6373 Riyadh 11442)</span></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p lang="ig-NG" align="center"> </p>
<p lang="ig-NG" align="center"> </p>
<p lang="ig-NG" align="center"><span style="color:#ffccff;"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:large;"><strong>Hijab &#8211; Tolok ukur menilai kepribadian muslimah</strong></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajagus.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajagus.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=20&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/23/hijab-tolok-ukur-menilai-kepribadian-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/05/sunset.gif?w=220" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Assalamualaikum&#8230;!</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/07/halo-dunia/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/07/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 23:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tetap tegar dijalan Salaful Ummah]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging! Kaifa Anta saudara-saudara muslimku?? Selamat Datang di WebBlog ini, ini merupakan sarana komunikasi sekaligus dakwah yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja Satu tips untuk kita semua seorang muslim yang Sunny (cinta Sunnah)&#8230; Bissmillah&#8230; 1.fokuskan fikiran anda sedikiiit  saja pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=1&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><a title="Segarkan Akalmu" href="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/03/forest_waterfall_original_ani_screensaver_2_2151.gif"><img src="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/03/forest_waterfall_original_ani_screensaver_2_2151.gif?w=491&#038;h=161" alt="Segarkan Akalmu" width="491" height="161" /></a>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<p align="left"><span style="color:#00ccff;">Kaifa Anta saudara-saudara muslimku??</span></p>
<p align="left"><span style="color:#ff6600;">Selamat Datang di WebBlog ini,</span></p>
<p align="left"><span style="color:#99cc00;">ini merupakan sarana komunikasi sekaligus dakwah yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja</span></p>
<p align="left"><span style="color:#ff6600;"><strong>Satu tips untuk kita semua seorang muslim yang Sunny </strong></span></p>
<p align="left"><span style="color:#ff6600;"><strong>(cinta Sunnah)&#8230;</strong></span></p>
<p align="left"><strong><span style="color:#ff6600;">Bissmillah&#8230;</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">1.fokuskan fikiran anda sedikiiit  saja pada otot di suatu titik disebelah kanan-kiri dari tepi kanan-kiri bibir/mulut anda kurang-lebih 1-2cm</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">2.gunakan pandangan mata anda nan indah dan jernih kearah objeknya</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">3.tarik otot pada titik yang ditentukan diatas, ke-kanan n ke-kiri sembari menghela nafas dengan perasaan tenang, akan lebih indah lagi jika anda sedikit menampakkan gigi anda nan kinclong</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">4.lakukan tahapan-tahapan diatas dengan ikhlas dan sesuai kebutuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">5.jangan lakukan tips ini tanpa objek apalagi secara berlebihan di tempat umum/terbuka</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">selamat mencoba&#8230;</span></strong></p>
<p align="left"><span style="color:#99cc00;">Enjoyed my Blog menu&#8230;</span></p>
<p align="left"><span style="color:#99cc00;">jazakallah khair</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajagus.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajagus.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=1&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2008/05/07/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajagus.files.wordpress.com/2008/03/forest_waterfall_original_ani_screensaver_2_2151.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Segarkan Akalmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kategori Tauhid</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/kategori-tauhid/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/kategori-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 23:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ajagus.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Kategori Tauhid Pembagian Tauhid Selasa, 29 Januari 2008 02:45:33 WIB Kami katakan, bahwa pembagian yang disyaratkan tersebut kedudukannya seperti pembagian para pakar ilmu Nahwu terhadap kata dalam bahasa Arab menjadi isim (nama), fi’il (kata kerja) dan harf (imbuhan). Apakah yang demikian itu suatu hal tercela, padahal sesuai dengan kenyataan dan hakekat perkaranya. Betapa tepatnya perkataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=5&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="kategori">Kategori Tauhid</div>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2333/slash/0">Pembagian Tauhid</a></h3>
<p>Selasa, 29 Januari 2008 02:45:33 WIB</p>
<p>Kami katakan, bahwa pembagian yang disyaratkan tersebut kedudukannya seperti pembagian para pakar ilmu Nahwu terhadap kata dalam bahasa Arab menjadi isim (nama), fi’il (kata kerja) dan harf (imbuhan). Apakah yang demikian itu suatu hal tercela, padahal sesuai dengan kenyataan dan hakekat perkaranya. Betapa tepatnya perkataan Syaikh Bakr Abu Zaid dalam risalahnya “At-Tahdzir” halaman 30 berkisar pembagian tauhid. Kata beliau : “Pembagian ini adalah hasil istiqra (telaah) para ulama Salaf terdahulu seperti yang diisyaratakan oleh Ibnu Mandah dan Ibnu Jarir Ath-Thabari serta yang lainnya. Hal ini pun diakui oleh Ibnul Qayim. Begitu pula Syaikh Zabidi dalam “Taaj Al-Aruus” dan Syaikh Syanqithi dalam “Adhwa Al-Bayaan” dan yang lainnya. Semoga Allah merahmati semuanya. Ini adalah hasil telaah yang paripurna dari nash-nash syar’i , seperti yang dikenal dalam setiap bidang ilmu.</p>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2154/slash/0">Kitab-Kitab Yang Ada Pada Ahli Kitab</a></h3>
<p>Minggu, 24 Juni 2007 15:40:03 WIB</p>
<p>Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka namakan sebagai kitab Taurat dan Injil dapat dipastikan bahwa ia termasuk hal-hal yang tidak benar penisbatannya kepada para Nabi Allah.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Maka tidak bisa dikatakan bahwa Taurat yang ada sekarang adalah Taurat yang dahulu diturunkan kepada Nabi Musa Alaihis Salam. Juga Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa &#8216;Alaihis Salam. Jadi keduanya bukanlah kedua kitab yang kita diperintahkan untuk mengimaninya secara rinci. Dan tidak benar mengimani sesuatu yang ada dalam keduanya sebagai kalam Allah, kecuali yang ada dalam Al-Qur&#8217;an lalu dinisbatkan kepada keduanya. kedua kitab tersebut telah &#8216;di-nasakh&#8217; (dicabut masa berlakunya) dan diganti oleh Al-Qur&#8217;an. Allah menyebutkan terjadinya pengubahan dan pemalsuan terhadap keduanya di lebih dari satu tempat dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2101/slash/0">Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuensi Dan Yang Membatalkannya</a></h3>
<p>Jumat, 27 April 2007 01:58:57 WIB</p>
<p>Yaitu beri&#8217;tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, menta&#8217;ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, &#8220;Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah&#8221;. Khabar &#8220;Laa &#8221; harus ditaqdirkan &#8220;bi haqqi&#8221; (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan &#8220;maujud &#8221; (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata. Kalimat &#8220;Laa ilaaha illallah&#8221; telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain: &#8220;Tidak ada sesembahan kecuali Allah&#8221;, Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.</p>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2063/slash/0">Tauhid Rububiyah Mengharuskan Adanya Tauhid Uluhiyah</a></h3>
<p>Sabtu, 3 Maret 2007 01:10:12 WIB</p>
<p>Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala . Dan itulah tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah, yaitu tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah ma&#8217;bud (yang disembah). Maka tidak ada yang diseru dalam do&#8217;a kecuali Allah, tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata. Jadi, tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah . Karena itu seringkali Allah membantah orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui dan yakini.</p>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1978/slash/0">Tauhid Rububiyah Dan Pengakuan Orang-Orang Musyrik Terhadapnya</a></h3>
<p>Minggu, 26 Nopember 2006 10:25:55 WIB</p>
<p>Makna Tauhid Rububiyah : Yaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Allah menciptakan segala sesuatu &#8230;&#8221; Bahwasanya Dia adalah Pemberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, &#8230;&#8221; Dan bahwasanya Dia adalah Penguasa alam dan Pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatu. Pengatur rotasi siang dan malam, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Allah telah menafikan sekutu atau pembantu dalam kekuasaan-Nya. Sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberian rizki.</p>
<h3><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1971/slash/0">Makna Tauhid Uluhiyah Dan Tauhid Adalah Inti Dakwah Para Rasul</a></h3>
<p>Senin, 20 Nopember 2006 08:08:36 WIB</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, &#8220;Ketahuilah, kebutuhan seorang hamba untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, tidak memiliki bandingan yang dapat dikias-kan, tetapi dari sebagian segi mirip dengan kebutuhan jasad kepada makanan dan minuman. Akan tetapi di antara keduanya ini terdapat perbedaan mendasar. Karena hakikat seorang hamba adalah hati dan ruhnya, ia tidak bisa baik kecuali dengan Allah yang tiada Tuhan selainNya. Ia tidak bisa tenang di dunia kecuali dengan mengingat-Nya. Seandainya hamba memperoleh kenikmatan dan kesenangan tanpa Allah, maka hal itu tidak akan berlangsung lama, tetapi akan berpindah-pindah dari satu macam ke macam yang lain, dari satu orang kepada orang lain. Adapun Tuhannya maka Dia dibutuhkan setiap saat dan setiap waktu, di mana pun ia berada maka Dia selalu bersamanya.&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajagus.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajagus.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=5&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/kategori-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercanda Ada Batasnya</title>
		<link>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/amalan-amalan-sunnah/</link>
		<comments>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/amalan-amalan-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 23:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajagus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajagus.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ummu &#8216;Aisyah Copyright by: Muslimah.or.id Saudariku muslimah, berbeda dengan sabar yang tidak ada batasnya, maka bercanda ada batasnya. Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=6&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Penulis: Ummu &#8216;Aisyah</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Copyright by: Muslimah.or.id </span><br />
<span style="color:#0000ff;">Saudariku muslimah, berbeda dengan sabar yang tidak ada batasnya, maka bercanda ada batasnya. Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat. Hal ini tidak dilarang selama tidak berlebihan.</span><br />
<span id="more-6"></span><br />
<span style="color:#0000ff;">Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun Bercanda</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya. Bila tertawa, beliau tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula dalam bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadits yang menceritakan seputar bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Adapun contoh bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bercanda dengan salah satu dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Ahadits Shahihah, no hadits 70)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Adab Bercanda Sesuai Syariat</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Poin di atas cukup mewakili arti bercanda yang dibolehkan dalam syariat. Selain itu, hal penting yang harus kita perhatikan dalam bercanda adalah:</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">1. Meluruskan tujuan yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan. Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Jangan melewati batas. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa seseorang.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda. Terkadang ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">4. Jangan bercanda dalam perkara-perkara yang serius. Seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim (pengadilan-ed), ketika memberikan persaksian dan lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">5. Hindari perkara yang dilarang Allah Azza Wa Jalla saat bercanda.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Berdusta saat bercanda. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Melecehkan sekelompok orang tertentu. Misalnya bercanda dengan melecehkan penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa tertentu dan lain sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Canda yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang bercanda dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau menyifatinya dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">6. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk. Allah telah berfirman, yang artinya, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Isra’: 53)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">7. Tidak banyak tertawa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkannya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Umpamanya celotehan dan guyonan para pelawak yang mempermainkan simbol-simbol agama, ayat-ayat Al-Qur’an dan syair-syiarnya, wal iyadzubillah! Sungguh perbuatan itu bisa menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Demikianlah mengenai batasan-batasan dalam bercanda yang diperbolehkan dalam syariat. Semoga setiap kata, perbuatan, tingkah laku dan akhlak kita mendapatkan ridlo dari Allah, pun dalam masalah bercanda. Kita senantiasa memohon taufik dari Allah agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang wajahnya tidak dipalingkan saat di kubur nanti karena mengikuti sunnah Nabi-Nya. Wallahul musta’an.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">***</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Diringkas dari: majalah As-Sunnah edisi 09/tahun XI/ 1428 H/2007 M.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Artikel www.muslimah.or.id</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajagus.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajagus.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajagus.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajagus.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajagus.wordpress.com&amp;blog=3040315&amp;post=6&amp;subd=ajagus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajagus.wordpress.com/2008/03/20/amalan-amalan-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dfdba9ce7da158726083eebcfd3a3dd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ajagus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
